139 SISWA SISWI MAN BONTANG IKUTI PENILAIAN AKHIR TAHUN SECARA SEMI LURING

album Berita

Bontang (madrasah). Hari ini  Senin (14/03) sebanyak 139 orang siswa-siswi MAN Bontang kelas dua belas mengikuti pelaksanaan Penilaian Akhir tahun (PAT) sebagai tanda berakhirnya kegiatan pembelajaran selama tiga tahun di madrasah.

PAT dilaksanakan secara semi luring. Dalam hal ini, soal ujian  tersedia  secara online dengan menggunakan platform E-Learning Madrasah dan Google form, sedangkan  peserta didik datang ke sekolah, membawa gawai dan megikuti ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Mengacu pada  POS Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022 (SK Dirjen Pendid No. 455 Tahun 2022) bahwa Pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan (madrasah) untuk menyelenggarakan ujian pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya. Maka pelaksanaan PAT pada MAN Bontang itu sendiri dijadwalkan dari tanggal 14 Maret s.d 16 Maret untuk mata pelajaran agama, kemudian dilanjutkan dengan mata pelajaran umum hingga tanggal 25 Maret 2022, dengan  teknis pelaksanaannya dibagi  dua sesi. Sesi pertama dimulai dari  pukul 08:00  s.d. 10:00 dan sesi ke dua dari pukul 08:00  s.d. 12: 00 Wita.

Masih menurut SOP, bahwa Ujian Madrasah berfungsi untuk mengetahui capaian perkembangan peserta didik, sebagai umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran, dan sebagai salah satu syarat penentuan kelulusan. Senada hal di atas, Sugiannoor, S.Pd.I Kepala Madrasah Aliyah Negeri Bontang berpesan kepada seluruh panitia ujian untuk melaksanakan kewajiban dengan maksimal “saya harap bapak, ibu panitia ujian dan pengawas dapat melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya walaupun ini agenda lokal tetapi dilaksanakan secara nasional oleh madrasah. Sehingga peserta ujian dapat mengerjakan soal-soal dengan benar agar tercapainya standar kompetensi lulusan” imbuhnya.

Terpisah, Khaerana, S.Ag. selaku wakil kepala madrasah bagian Kurikulum mengingatkan bahwa masih massive nya penyebaran Covid-19, maka seluruh panitia, pengawas ujian dihimbau agar tak henti-hentinya mengingatkan peserta didik untuk mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sitti Marwa, selaku ketua panitia mengungkapkan harapannya agar tidak ada siswa yang tertinggal dan sakit, sehingga semua kegiatan dapat diikuti dari awal hingga akhir dengan baik tanpa kendala yang berarti. Masih menurut Marwa, sebelumnya Panitia sudah mendata kondisi dan keberadaan siswa dan mensyaratkan orang tua/wali calon peserta ujian madrasah untuk membuat surat pernyataan orang tua siswa bahwa mereka mengizinkan putra putrinya mengikuti ujian madrasah di sekolah, serta bersedia mematuhi protokol kesehatan dengan tepat dan penuh tanggung jawab, sedang bagi siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit, harus menunjukkan surat dari dokter atau PUSKESMAS.(L.Roza)