Harumkan nama MAN Bontang, Ade Fachruddin Syaman Raih Medali EMAS pada KSN OSIND

Uncategorized

Bontang (Madrasah). “Pucuk dicinta ulampun tiba” itulah semboyan yang dapat disematkan pada Ade Fachruddin Syaman seorang siswa MAN Bontang kelas XI IPA 2 . Keinginannya untuk meraih prestasi kini terwujud. Ade berhasil meraih emas pada perhelatan Kompetisi Sains Nasional OSINDO pada bulan Maret 2022 . Medali Emas pertama yang dipersembahkan di bidang Fisika tingkat SMA/MA

Anak ke dua dari pasangan Muhiddin (ayah) dan Sitti Syami (ibu) ini mengungkapkan rasa syukur dan bangganya saat melihat hasil dari lomba tersebut , dimana dia berhasil meraih medali emas.

 “Bangga banget,  karena saya pun tidak menyangka bisa mendapatkan medali emas dan hal itu membuat saya sangat bahagia karena menurut saya untuk mendapatkan medali emas adalah hal yang tidak mudah” tutur Ade

 Rasa bahagia Ade semakin lengkap karena ini merupakan medali yang pertama yang didapat  oleh siswa MAN Bontang – Kalimantan Timur.

 Tentu saja perjalanannya untuk meraih medali emas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kecintaannya terhadap Sains dia buktikan dengan giat belajar . Tak ayal sedari kelas X, Ade sudah giat mengikuti berbagai jenis lomba, diantaranya KOSSMI (Kompetisi Sains Siswa Madrasah Indonesia). Dalam ajang ini Ade berhasil masuk final. Kemudian  Ade juga pernah meraih Juara 1 KSM (Kompetisi Sains Madrasah) bidan Fisika tingkat Kota Bontang.

 Ade amat menyadari bahwa kesempatan mencari pengalaman diperlukan untuk masuk perguruan tinggi favorit. Atas keinginannya, tanpa ragu ia memilih jurusan Ilmu Pendidikan Alam.

 “Beruntungnya, orang tua selalu support  gimana aku dan mau di mana kuliah nantinya. Mereka ya terus mendukung dan mendoakan supaya lancar,” tutur pria ganteng  yang berasal dari Sulawesi Selatan Kabupaten Pinrang Ini.

 Melihat bakatnya, guru mata pelajaran,  Sitti Marwa menawarinya agar ikut seleksi untuk mengikuti Kompetisi Sains tingkat Kota dan Provinsi tahun 2022 ini.

 Di saat sekolah daring dan PTM ditunda, ia pun memanfaatkan waktu senggang itu untuk belajar. Terkadang, ia sering kali meminta ijin agar dapat melewatkan kelas untuk fokus belajar sendiri.

“Aku kalo udah mau deket kompetisi, suka minta dispensasi biar enggak masuk kelas,” katanya sembari tertawa tipis.

 “Enggak pernah nyangka, awalnya kan coba-coba aja. Tapi karena dijalani serius, Alhamdulilah dapat hasilnya,” ujarnya.

 Orang tuanya pun tidak pernah menyangka. Anak kedua dari dua bersaudara itu dapat melaju di tingkat nasional. Meski perjalanannya terlihat mudah, hal itu tidak lepas dari proses. Baginya, percaya kepada proses dapat membawa dirinya menjadi pribadi yang tidak sombong dan tetap rendah hati. (L. Roza)