Tanamkan Sikap PBLHS, Warga MAN Bontang adakan Jum’at Bersih

Uncategorized

Bontang (Madrasah) – Dalam rangka menumbuhkan sikap Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS), Kepala madrasah, seluruh guru dan siswa terlibat langsung membersihkan lingkungan madrasah dari sampah, rumput, dedaunan yang dapat mengganggu kesehatan dan keindahan sekitar dengan melaksanakan Jumat bersih.

“Kebersihan merupakan bagian dari Iman” maka wajib kita menjaga lingkungan dan alam” ungkap kepala MAN Bontang, Bapak Sugiannoor, S.Pd.I dalam arahan beliau sebelum kegiatan dimulai, Jumat (25/03/2022.

Terpisah, Ketua Tim Adiwiyata MAN Bontang, Ibu Zulfah, M.Pd.I  mengatakan bahwa PBLHS itu sendiri merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, berkelanjutan yang dilakukan oleh warga sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Maka kegiatan Jumat bersih ini merupakan salah satu aksi pembiasaan, menumbuhkan kesadaran, dan kepedulian terhadap lingkungan. Bila sikap peduli tersebut sudah tertanam, maka secara otomatis siswa atau warga sekolah akan komitmen menjaga lingkungan dimanapun mereka berada. “Guru dan siswa bergotong royong membersihkan lingkungan Madrasah dari sampah organik maupun non organik,” ujarnya.

Zulfah menambahkan bahwa kegiatan Jumat bersih ini juga sebagai wujud pelaksanaan PRLH (Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) yakni sikap dan tindakan warga madrasah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup, kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase madrasah. Aspek ini bertujuan melatih siswa  untuk disiplin menjaga, memelihara dan merawat lingkungan supaya terbiasa memelihara lingkungan sekitar dan tidak melakukan kegiatan negative. “Seperti membuang sampah sembarangan. Kegiatan ini juga melatih karakter siswa,” ungkapnya.

Dengan menjaga lingkungan, diharapkan sekolah menjadi ruang yang nyaman bagi siswa untuk mengikuti kegiatan belajar, dan tempat bermain ketika jam istirahat. “Jadi ketika berada di lingkungan sekolah, tidak lagi membosankan,” katanya.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat memberikan pendidikan baru di luar kelas dan menjadi ruang belajar siswa. “Sehingga, belajar tidak harus di dalam kelas. Siswa dapat diajak meneliti lingkungan sekitar,” tambahnya. (L.Roza)