MAN BONTANG

MAN Bontang Sambut Survei Awal Pemanfaatan Pekarangan Sekolah oleh DKP3 Bontang

Bontang (Madrasah) – MAN Bontang menerima kunjungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang hari ini, Rabu (12/02/2025).

Kunjungan ini merupakan survei awal dalam rangka pelaksanaan program pemanfaatan pekarangan sekolah/madrasah. Program sengaja dirancang untuk menjadikan pekarangan sekolah sebagai media pertanian, perkebunan, dan peternakan guna meningkatkan keterampilan siswa serta mendukung pendidikan berbasis lingkungan hidup.

Dalam kunjungan tersebut, tim survei diperlihatkan berbagai fasilitas pengelolaan lingkungan yang sudah berjalan di MAN Bontang. Di antaranya adalah kolam ikan, green house/hidroponik, Bank Sampah, dan komposter. Semua fasilitas ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Kepala MAN Bontang, Sugiannoor, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia menilai program ini sejalan dengan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (GPBLHS) serta Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) yang telah diterapkan di MAN Bontang.

“Kami sangat mendukung program ini. Namun, agar pelaksanaannya maksimal, diperlukan pelatihan atau pendampingan teknis bagi madrasah. Pengalaman kami dengan program ‘Satu Kolam Satu Sekolah’ menjadi bukti bahwa pendampingan yang baik dapat menghasilkan capaian yang luar biasa. Alhamdulillah, program tersebut berhasil kami laksanakan dengan optimal,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa program ‘Satu Kolam Satu Sekolah’ yang dikelola oleh Satgas Perikanan MAN Bontang memberikan manfaat besar. Kolam ikan tidak hanya dijadikan sebagai media pembelajaran, tetapi juga mampu membangun jiwa kewirausahaan siswa. Para siswa kelas X dan XI yang tergabung dalam Satgas sangat antusias dalam mengelola kolam, mulai dari pemberian pakan hingga panen besar.

“Saat panen, pembeli bahkan datang dengan mobil pick-up untuk membeli hasil panen kami,” kenangnya.

Selain itu, hasil panen tersebut diolah lebih lanjut menjadi produk seperti pempek melalui kolaborasi kewirausahaan siswa. Produk ini dikemas secara menarik dengan memanfaatkan keterampilan teknologi informasi (IT) atau komputer, sehingga memberikan nilai tambah sekaligus melatih kreativitas siswa.

Wakil Kepala Madrasah bidang Humas, sekaligus pembina Adiwiyata, Lena Roza, M.Pd., menegaskan bahwa sebagai madrasah berpredikat Adiwiyata Mandiri, MAN Bontang siap mendukung optimalisasi pekarangan sekolah.

“Pemanfaatan pekarangan sekolah ini tidak hanya sejalan dengan upaya memperkuat GPBLHS, tetapi juga memberikan peluang pembelajaran berbasis praktik. Program ini mampu mengasah keterampilan siswa sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup,” ujarnya.

Kunjungan DKP3 ini merupakan langkah awal untuk menilai potensi MAN Bontang dalam mengimplementasikan program pemanfaatan pekarangan sekolah. Dengan kolaborasi yang erat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi siswa, lingkungan sekolah, dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran MAN Bontang sebagai madrasah berwawasan lingkungan. (lr)

Berita Terkait