Foto Berita160

MAN Bontang Bersinergi dengan Pengadilan Agama Bentuk Siswa Berakhlak

Bontang (Madrasah) – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan memperkuat kolaborasi pembinaan karakter siswa, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bontang menggandeng Pengadilan Agama Kota Bontang sebagai pembina upacara pada kegiatan rutin hari Senin (27/10/2025) di halaman MAN Bontang.

Pembina upacara kali ini adalah Akhmad Fariz Abror Fitriadi, S.H.I., Hakim pada Pengadilan Agama Kota Bontang. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya memanfaatkan masa belajar di madrasah dengan sebaik-baiknya.

“Masa Aliyah atau SMA adalah masa terakhir di sekolah formal sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi. Manfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya, kurangi—kalau bisa lupakan—hal-hal yang dapat mengganggu pembelajaran. Setelah ini, siapa yang ada di samping ananda belum tentu akan bersama selamanya, karena setiap orang akan melangkah sesuai cita-citanya,” ujar Akhmad Fariz Abror Fitriadi.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kendali diri agar terhindar dari permasalahan hukum di kemudian hari.

“Kalau di KUA misinya menyatukan, maka di Pengadilan Agama justru memisahkan. Jangan sampai pernah menginjakkan kaki di sana. Itu adalah kerugian besar. Perang paling berat adalah melawan hawa nafsu. Jika kita dikuasai nafsu, niscaya kita akan hancur,” pesannya.

Suasana upacara berlangsung khidmat dan tertib. Para siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian. Pesan moral yang disampaikan diharapkan menjadi pengingat agar mereka membangun kedewasaan, kekuatan spiritual, serta fondasi ekonomi untuk masa depan yang sukses.

Menutup amanatnya, Akhmad Fariz Abror Fitriadi mengutip pepatah Arab “Man jadda wajada” — siapa yang bersungguh-sungguh, dialah yang akan beruntung.

Kepala MAN Bontang, Sugiannoor, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus rasa terima kasih kepada Pengadilan Agama Kota Bontang atas kesediaannya menjadi pembina upacara dan memberikan nasihat berharga kepada para siswa.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan bimbingan yang diberikan. Amanat yang disampaikan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik agar mampu mengendalikan diri dan tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia,” ungkapnya.

“Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin, karena pembinaan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi juga bagian dari sinergi bersama lembaga lain,” tambahnya. (lr)